Jumat, 06 April 2012

Konsep Analisis Laporan Keuangan


1.   Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Terdiri dari 2 kata :
1.    Analisis, yang berarti penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan, memecahkan atau menguraikan sesuatu unit menjadi berbagai unit terkecil.
2.    Laporan keuangan, meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan.

Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang digunakan untuk mengkomunikasikan keadaan keuangan atau prestasi manajeman dengan pihak yang berkepentingan. Dengan laporan keuangan kita akan mengetahui kondisi keuangan suatu badan usaha. Jadi analisis laporan keuangan merupakan proses untuk membedah laporan keuangan, menelaah masing-masing unsur dan menelaah hubungan di antara unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan.
Analisis laporan keuangan memiliki sifat – sifat sebagai berikut :
1.    Fokus laporan adalah Laporan Laba Rugi, Neraca, Arus Kas, yang merupakan akumulasi transaksi dari kejadian histories dan penyebab terjadinya dalam suatu perusahaan
2.    Prediksi, analisis mengkaji implikasi kejadian yang telah berlalu terhadap dampak dan prospek perkembangan keuangan perusahaan dimasa yang akan datang.
3.    Dasar analisis adalah laporan keuangan yang memiliki sifat dan prinsip tersendiri sehingga analisis sangat tergantung pada kualitas laporan ini. Penguasaan pada sifat akuntansi, prinsip akuntansi sangat diperlukan dalam menganalisis laporan keuangan.

2.   Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Tujuan analisis laporan keuangan secara lengkap adalah sebagai berikut :
1.      Memberikan informasi yang  lebih luas, lebih dalam daripada yang terdapat dari laporan keuangan biasa.
2.      Menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata ( explicit ) dari suatu laporan keuangan atau yang berada dibalik laporan keuangan ( implicit )
3.      Mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan
4.      Membongkar hal – hal yang bersifat tidak konsisten dalam hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan dengan komponen intern laporan keuangan maupun kaitannya dengan informasi yang diperoleh dari luar perusahaan
5.      Mengetahui sifat – sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan model – model dan teori – teori yang terdapat di lapangan seperti untuk prediksi, peningkatan
6.      Memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan, seperti :
1.      Menilai prestasi keuangan
2.      Memproyeksi keuangan perusahaan
3.      Menilai kondisi keuangan masa lalu dan sekarang dari aspek tertentu :
-     Posisis Keuangan
-    Hasil usaha perusahaan
-    Likuiditas
-    Solvabilitas
-    Aktivitas
-    Rentabilitas
-    Dan lain – lain
4.      Menilai perkembangan dari waktu kewaktu
5.      Melihat komposisi struktur keuangan dan arus dana
6.      Menentukan peringkat perusahaan menurut criteria tertentu yang sudah dikenal dalam dunia bisnis
7.      Membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lainnya
8.      Memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan, baik posisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan dan lain – lainnya
9.      Memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di masa yang kan datang.

3.   Objek Analisis Laporan Keuangan
1.    Analisis Laba Rugi
Merupakan media untuk mengetahui keberhasilan operasional perusahaan, keadaan usaha, kemampuan memperoleh laba, efektivitas operasi. Adapun yang menjadi focus analisisnya adalah :
  1. Tren penjualan
  2. Harga pokok produksi
  3. Biaya over head
  4. Margin yang diperoleh.
Poin – poin ini dapat dibandingkan dengan rata – rata prestasi perusahaan sejenis atau perusahaan tertentu yang dapat dianggap sebagai saingan atau berprestasi baik.

2.    Analisis Neraca.
Analisis neraca merupakan refleksi hasil yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu dan modal yang digunakan untuk melaksanakan dan mencapainya. Adapun yang menjadi focus adalah :
  1. Mutu  dan kecukupan aktiva, hutang dan modal
  2. Sifat dan jangka waktu siklus usaha perusahaan
  3. Analisis struktur utang
  4. Analisis Arus Kas
Analisis arus kas menunjukkan pergerakan arus kas dari mana sumber kas diperoleh dan kemana dialirkan yang bersumber dari operasional, pembiayaan dan investasi.
Ø Hasil analisis laporan keuangan akan bisa membuka tabir berikut ini :
1.    Kesalahan proses akuntansi seperti : kesalahan pencatatan, kesalahan pembukuan, kesalahan, jumlah, kesalahan perkiraan, kesalahan posting, kesalahan jurnal.
2.    Kesalahan lain yang disengaja. Misalnya tidak mencatat, pencatatan harga yang tidak wajar, menghilangkan data, income smoothing dan lain sebagainya.

4.   Unsur-unsur Terciptanya LK
Ø Unsur yang mempengaruhi seperti :
      Factor ekonomi.
      factor industry
      factor orientasi bisnis melalui keputusan-keputusan yang diambilnya baik berupa segmen bisnis, keputusan mengenai keuangan dan operasi
Gabungan factor-faktor ini bercampur dalam suatu unit entitas perusahaan. Transaksi yang terjadi dicatat melalui metode akuntansi yang standar dan akhirnya menghasilkan laporan keuangan yang dapat dijadikan sebagai informasi untuk pengambilan keputusan

5.   Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan
  1. Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah berlalu.
  2. Laporan keuangan menggambarkan nilai harga pokok atau pertukaran pada saat terjadinya transaksi
  3. Laporan keuangan bersifat umum, dan tidak dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.
  4. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan dalam memilih alternative
  5. Laporan keuangan tidak mencakup informasi yang tidak material, batasan terhadap istilah dan jumlahnya agak kabur
  6. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian.
  7. Laporan keuangan disusun dengan istilah – istilah teknis, dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi
  8. Akuntansi didominasi dengan informasi kuantitatif
  9. Perubahan daya beli uang tidak tergambar dalam laporan keuangan.

6.   Kelemahan Analisis Laporan Keuangan.
  1. Objek Analisis laporan keuangan hanya didasarkan kepada laporan keuangan.
  2. Objek analisis adalah data historis yang menggambarkan masa lalu dan kondisi ini bisa berbeda dengan dengan kondisi masa depan
  3. Adanya perbedaan prinsip jika membandingkan suatu perusahaan dengan perusahaan yang lain
  4. Kelemahan teknik analisis rasio, yaitu :
a.       Rasio diambil dari data akuntansi yang memiliki sifat – sifat tertentu yang memerlukan tafsiran tersendiri.
b.      Penentuan baik atau buruknya rasio turn over sangat relative dan memerlukan penafsiran tersendiri
c.       Standar pembandingan rasio umum juga perlu penafsiran khusus
d.      Laporan keuangan yang dianalisis tidak menggambarkan perubahan nilai uang dan tenaga belinya

7.      Jenis-jenis Analisa dalam laporan keuangan.
Ada beberapa jenis analisa yang dapat dilakukan yakni :
1. Analisa internal adalah analisa yang dilakukan oleh mereka yang bisa mendapatkan
informasi yang lengkap dan terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa ini biasa dilakukan oleh manajemen dalam mengukur efisiensi usaha dan menjelaskan perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan.
2. Analisa eksternal adalah analisa yang dilakukan oleh mereka yang tidak biasa
mendapatkan data yang terperinci mengenai suatu perusahaan. Bagi seorang penganalisa ektern hanya tersedia laporan keuangan yang lazinya diumumkan pada khalayak ramai yaitu neraca dan laporan laba rugi.
 3. Analisa horizontal adalah biasa juga disebut analisa dinamis yaitu analisa
perkembangn data keuangan dan data operasi perusahaan dari tahun-ketahun guna mengetahui kekuatan dan kelemahan keuangan yang bersangkutan.
 4. Analisa vertikal adalah biasa disebut analisa statis yaitu analisa laporan keuangan
yang terbatas pada satu periode akuntansi saja, misalnya berupa analisa ratio.

8.   Teknik – teknik Analisis Laporan Keuangan
 Dalam menganalisis laporan keuangan diperlukan beberapa teknik analisa diantaranya adalah:
  1. Analisa Perbandingan Laporan Keuangan. Teknik ini dipergunakan dengan cara memperbandingkan laporan keuangan minimal 2 periode atau lebih, dengan menunjukkan:
    • Data absolut atau jumlah dalam rupiah.
    • Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah
    • Kenaikan atau penurunan dalam prosentase
    • Perbandingan dalam ratio
  2. Analisa Tren (trend analysis). Analisa ini dipergunakan untuk mengetahui tendensi dari pada keuangan perusahaan. Apakah tendensinya naik, turun atau tetap? Dan analisa ini dinyatakan dalam prosentase.
  3. Analisa Komponen (common size analysis). Teknik analisa ini dipergunakan untuk mengetahui prosentase investasi dari masing-masing aktiva. struktur permodalannya, komposisi pembiayaan maupun pendanaan serta kaitannya dengan penjualan.
  4. Analisa sumber dan penggunaan modal kerja. Adalah suatu analisa untuk mengetahui sumber-sumber dan penggunaan modal kerja serta sebab-sebab perubahannya pada periode tertentu.
  5. Analisa sumber dan penggunaan kas. Suatu analisa yang dipergunakan untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya uang kas  berikut sumber-sumber kas.
  6. Analisa ratio. Adalah suatu teknik analisa untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dari pada laporan keuangan serta kombinasinya.
  7. Analisa perubahan laba kotor. Suatu analisa yang dipakai untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor secara realitis dan anggarannya (budget) dari laporan tersebut.
  8. Analisa Pulang Pokok (break event point analysis). Suatu teknik analisa yang dipergunakan untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai agar tidak menderita kerugian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar